Pra Desain Pabrik Furfural dari Ampas Tebu


INTISARI

 

Furfural adalah bahan kimia khusus yang diperoleh dari reaksi hidrolisis pentosa senyawa hemiselulosa, salah satu diantaranya ampas tebu. Di dalam negeri, furfural dikonsumsi secara luas dalam perindustrian perminyakan, serat sintetis, farmasi, dan disintesis menjadi senyawa turunannya seperti furfural alkohol, furan, dll. Hingga saat ini furfural belum diproduksi sendiri di Indonesia, kebutuhan dalam negeri dipenuhi dengan mengimpor dari Negara Amerika, Prancis, Argentina, Italia, Spanyol, Hungaria, Cina dan lain sebagainya. Impor terbesar diperoleh dari Cina yang saat ini menguasai 72% pasar furfural dunia.

Furfural dapat diproduksi mengunakan limbah pertanian seperti: tongkol jagung, ampas tebu, serbuk gergaji dan bahan yang mengandung serat lainnya. Bahan tersebut mudah diproduksi di Indonesia, negara agraris. Ampas tebu merupakan salah satu sumber lignoselulosa berasal dari tebu yang sudah diekstrak gulanya atau digiling dan merupakan salah satu limbah padat dari pabrik gula.

Proses pembuatan furfural dari ampas tebu ini diawali dengan pre-treatment yang terjadi pemecahan lignoselulosa yang terdiri dari glucan dan xylan menjadi pentose dengan kondisi operasi proses menggunakan kombinasi proses batch dan kontinyu. Lalu dimasukkan ke dalam reaktor untuk mengubah pentosa menjadi furfural pada tekanan 5,2 bar dan temperatur 153 oC. Pada akhirnya akan dimurnikan dengan pemisahan distilasi, hingga bisa didapatkan produk furfural 99,2% serta produk sampingnya berupa asam asetat, glukosa, air, metanol, dan asam sulfat kurang dari 0,8%.

Berdasarkan perhitungan dan analisis pasar dalam negeri, didapat kapasitas pabrik furfural yang akan dibangun sebesar 1000 ton per tahun yang akan membutuhkan bahan baku 6864 ton per tahun. Pabrik ini didirikan berada pada kawasan PTPN IX dan X daerah Jawa Timur, lebih tepatnya berada di kota Pasuruan.

Masa konstruksi pabrik dilaksanakan selama 2 tahun, dengan modal tetap (FCI) sebesar Rp 35,259,510,154.5; modal kerja (WC) sebesar Rp 6,222,266,497.85 ; investasi total (TCI) sebesar Rp 41,481,776,652.36; Total Biaya Produksi (TPC) sebesar Rp 19,442,457,866.55; sehingga di dapat IRR= 39,46%; POT= 3,1 tahun; BEP = 66 %. Dari hasil analisis ekonomi dan evaluasi teknis maka pabrik ini layak didirikan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s