ANALISIS RISK ASSESMENT MENGGUNAKAN PROCESS HAZARD ANALYSIS (PHA) DAN SAFETY OBJECTIVE ANALYSIS (SOA) PADA CENTRAL GATHERING STATION (CGS) DI ONSHORE FACILITIES


Keselamatan proses merupakan salah satu faktor utama yang sering dibahas oleh industri-industri kimia beberapa tahun terakhir ini. Salah satu metode semi-kuantitatif yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan menetapkan tingkat risiko bahaya yaitu dengan Process Hazard Analysis (PHA) dan Safety Objective Analysis (SOA). Hazard and Operability Studies (HAZOP) dan What-If Analysis merupakan metode identifikasi bahaya kualitatif yang sering diterapkan secara simultan untuk  PHA-SOA. Process Hazard Analysis (PHA) ialah rangkaian aktivitas mengidentifikasi hazard, mengestimasi konsekuensi, mengestimasi likelihood suatu skenario proses disertai dengan safeguard, dan mendapatkan risk ranking yang dapat dilihat pada matrik PHA 6×6. Sedangkan Safety Objective Analysis (SOA) merupakan rangkaian aktivitas yang bergantung pada penyebab skenario, dan konsekuensi yang berdasarkan PHA, menghasilkan kebutuhan IPL (Independent Protective Layer) atau IPL required  menggunakan matrik SOA 6×6 dengan rekomendasi berupa konfirmasi safeguard menjadi IPL. Hasil analisis safety suatu skenario dengan PHA yang memiliki risk ranking 6 merupakan tingkatan safety yang aman jika safeguard yang ada selalu siap mengurangi risiko yang timbul dari insiden atau skenario tersebut. Namun tidak semua safeguard dapat selalu siap mengurangi risiko tersebut. Oleh karena itu, perlu adanya analisis tambahan untuk memastikan risiko yang timbul dari insiden atau skenario tersebut kecil. Analisis safety suatu skenario dengan SOA menghasilkan kebutuhan IPL yang dapat ditutup dengan mengkonfirmasi safeguard yang sesuai menjadi IPL. Hasil penilaian PHA-SOA Central Gathering Station (CGS) pada onshore facility, yaitu CGS 1, CGS 3, CGS 4, dan CGS 5 menunjukkan bahwa ada penilaian severity dan PHA-SOA likelihood yang berbeda di tiap CGS padahal proses pada CGS tersebut identik, maka perlu adanya analisis konsistensi. Hasil analisis konsistensi ini dapat dijadikan pedoman untuk melakukan safety review pada risk assessment workshop yang biasanya diadakan setiap tiga hingga lima tahun sekali oleh industri.

Oleh : Renanto, Juwari P.S., Dimas Jouhari, Lino Meris

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s