Pra Design Pabrik Portland Composite Cement (PCC) Dengan Proses Kering


Sekarang ini, Indonesia banyak melakukan pembangunan fisik di seluruh sektor, dalam pembangunan, dibutuhkan beberapa bahan bangunan, seperti pasir, semen, aggregate, dan lain sebagainya, diantara bahan bangunan yang dibutuhkan tersebut, yang paling mempengaruhi kualitas bangunan adalah semen. Semen diartikan sebagai bahan perekat yang mempunyai  sifat yang mampu mengikat bahan-bahan padat menjadi satu kesatuan yang kompak dan kuat.

Berdasarkan data dari Asosiasi Semen Indonesia, Konsumsi Semen Portland Komposit di Indonesia pada tahun 2004 sampai tahun 2011, trend penggunaan semen di Indonesia telah beralih dari yang dulunya lebih banyak menggunakan jenis Ordinary Portland Cement (OPC), dalam kurun waktu belakangan ini lebih banyak menggunakan PCC. Dari data yang didapatkan, konsumsi PCC pada tahun 2009 di Indonesia sebanyak 32.183.186.000 kg, pada tahun 2010 adalah 34.191.340.000 kg, dan pada tahun 2011 sebanyak 39.071.017.000 kg. Dari data tersebut terlihat bahwa kebutuhan semen PCC di Indonesia semakin meningkat.

Dalam proses pembuatan semen, terdapat dua teknologi, yaitu proses basah (Wet Process), yaitu proses pembuatan semen dengan penambahan air pada proses penggilingan dan pencampuran bahan baku, dan yang kedua adalah proses kering (Dry Process), yaitu proses pembuatan semen yang pada proses penggilingan dan pencampuran, bahan baku pada keadaan kering. Dari kedua proses tersebut dipilihlah proses kering (Dry Process) karena dinilai lebih hemat, adapun tahapannya, yaitu (1) Proses persiapan bahan baku, pada proses persiapan bahan baku, meliputi penambangan dan pengeringan serta penggilingan bahan baku. Proses persiapan bahan baku dimulai pada penggalian Limestone (batu kapur), clay (tanah liat), pasir besi, dan pasir silika yang menggunakan alat berat kemudian diangkut oleh kendaraan jenis dump truck. Kemudian keempat bahan tersebut dimasukkan ke dalam masing-masing hopper, selanjutnya menuju roller mill.Sedangkan untuk pasir silika yang ditampung terlebih dahulu di masing-masing hopper juga dimasukkan  ke dalam roller mill untuk pengeringan dan pengecilan ukuran agar seragam sebelum memasuki tahap proses pembakaran pada kiln. (2) Proses pembakaran, proses pembakaran terdiri dari alat preheater dan kiln, alat – alat tersebut digunakan untuk proses pemanasan awal dan reaksi pembentukan kandungan utama semen, reaksinya:4C + A + F à C4AF, 3C+  A àC3A, 2C + A à, C + C2 à C3S. (3) Proses finishing, Finishing adalah proses untuk pencampuran dan penggilingan yang kedua agar kandungan semen lebih merata. Proses akhir pengepakan dan pengiriman ini bisa dilakukan disesuaikan orderan baik ukuran bag 40 kg atau pengiriman dalam kapasitas besar sejenis mobil khusus berjenis bull truck dan siap untuk didistribusikan

Adapun bahan baku yang dibutuhkan untuk menghasilkan produk PCC dengan kapasitas 230.000 kg/jam antara lain: (1) Batu Kapur (limestone) sebanyak 187.178,41 kg, merupakan susunan batu-batuan yang mengandung 50 % CaCO3. Dalam industri, batu kapur sering disebut dengan istilah limestone. (2) Tanah Liat  sebanyak 41.087,94 kg (3) Pasir Silika sebesar 2.474,91 kg dan (4) Pozzolan sebanyak 24.670,07 kg. Dalam prosesnya, terdapat beberapa komponen yang hilang yaitu kandungan air dan beberapa bahan yang menjadi debu.

Bahan bakar yang digunakan untuk pemanasan di pabrik PCC yaitu batubara. Karena batu bara yang digunakan, sehingga dihasilkan flue gas dengan kandungan SO2, NO2, dan CO2. Sistem pemanasan yang dilakukan menggunakan udara hasil pembakaran dan aliran gas panas yang dihasilkan. Batubara digunakan sebagai pembakaran di kiln dan calsiner, gas hasil pembakaran dari kiln digunakan kembali untuk pemanasan di preheater, kemudian diteruskan untuk pemanasan pada raw mill, sedangkan udara panas yang keluar dari cooler setelah proses pendinginan clinker digunakan pada kiln.

Peralatan yang digunakan dalam pembuatan Portland Composite Cement (PCC) antara lain Raw Mill, Suspension Preheater, Kiln dan Finish Mill. Kiln yang digunakan memiliki diameter 5,016 meter dan panjang 79,033 meter dengan bahan konstruksi mild steel dan brick menggunakan high alumina fire brick, dipilih karena tahan terhadap reaksi kimia.

Pabrik Portland Composite Cement ini rencananya akan didirikan di Paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Paciran adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Lamongan, ProvinsiJawa Timur, Indonesia.

Dalam pendirian pabrik ini, Laju Pengembalian Modal ( Internal Rate of Return / IRR )    Dari hasil perhitungan pada Appendiks D, didapatkan harga i= 56,5%.Harga i yang diperoleh lebih besar dari harga i untuk bunga pinjaman yaitu 10% per tahun. Dengan harga i=56,5% yang didapatkan dari perhitungan menunjukkan bahwa pabrik ini layak didirikan dengan kondisi tingkat bunga pinjaman 10% per tahun.

 Waktu Pengembalian Modal ( Pay Out Time / POT )

            Dari perhitungan yang dilakukan pada Appendiks D didapatkan bahwa waktu pengembalian modal minimum adalah 2.26 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa pabrik ini layak untuk didirikan karena POT yang didapatkan lebih kecil dari perkiraan usia pabrik.

Titik Impas( Break Even Point / BEP )

            Analisa titik impas digunakan untuk mengetahui besarnya kapasitas produksi dimana biaya produksi total sama dengan hasil penjualan. Biaya tetap (FC) dan Biaya variabel (VC), Biaya semi variabel (SVC)  dan biaya total tidak dipengaruhi oleh kapasitas produksi. Dari perhitungan yang dilakukan pada Appendiks D didapatkan bahwa Titik Impas (BEP) = 24%.

Penulis :

Mira Fitriana (mirafitriana_aries@yahoo.co.id)

Wahyuniar Wasitorukmi (wahyuniar92@gmail.com)

3 thoughts on “Pra Design Pabrik Portland Composite Cement (PCC) Dengan Proses Kering

  1. Bagus sekali design Pabrik Semen. Kalau boleh saran, modalnya harus dari orang Indonesia juga. Jangan lagi milik asing

  2. kepada mba Mira Fitriana dan Wahyuniar Wasitorukmi kebetulan saya sedang mengambil Tugas Akhir dan mendapatkan judul PraRancangan pabrik semen PCC seperti ini dari dosen saya, jika tidak keberatan saya minta contoh file TA mba berdua ke email saya Terima Kasih Sebelumnya Salam-Herbangun-

    1. Mohon maaf sebelumnya. Segala bentuk karya tugas akhir yang dibuat di ITS merupakan hak milik ITS, sehingga penulis tidak bisa memberikan file secara sembarangan. Apabila Anda benar-benar membutuhkan filenya, kami persilahkan menghubungi bapak Renanto selaku kepala laboratorium atau TU jurusan teknik kimia. Terima kasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s