Pra Desain Pabrik Floating LNG Plant


Ketersediaan gas di Indonesia sudah banyak yang ditemukan, tetapi tidak dapat dikembangkan karena kendala lokasi yang terpencil dan faktor ekonomi yang tidak potensial untuk menyalurkan gas kepada para pengguna. Selama tiga tahun terakhir, cadangan dan sumber daya gas bumi Indonesia cenderung berkurang. Pada 2011, Indonesia memiliki 152,89 TSCF cadangan gas bumi yang terdiri dari 104,71 TSCF cadangan terbukti dan 48,18 TSCF cadangan potensial. Jumlah ini lebih sedikit 2,49 TSCF (Trillion Sonare Cubic Feet) jika dibandingkan dengan nilai cadangan pada 2010.

Total realisasi kebutuhan gas domestik 2011 mencapai 1.703,2 ribu MMSCF. Dari jumlah tersebut kebutuhan terbesar ditujukan untuk industri sebesar 666,2 ribu MMSCF, 563,9 ribu MMSCF untuk pemakaian sendiri. Yang dimaksud dengan pemakaian sendiri adalah gas yang digunakan untuk gas lift, reinjection, flare, maupun own use. Jumlah ini relatif sangat besar, bahkan jika dibandingkan dengan kebutuhan gas untuk pembangkit sebesar 248,9 ribu MMSCF, jumlah ini mencapai hampir dua kali lipat kebutuhan untuk pembangkit. Apabila memungkinkan perlu dilakukan upaya peningkatan efisiensi di industri gas nasional sehingga jumlah gas yang digunakan untuk pemakaian sendiri dapat lebih berkurang dan dialihkan untuk meningkatkan kebutuhan di sektor lain.

Secara total, pemakaian gas pada tahun 2011 lebih besar 4,1%. dibandingkan pemakaian gas pada tahun 2010 sebesar 1.696,7 ribu MMSCF. Secara persentase jumlah gas yang dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan gas dalam negeri pada tahun 2011 juga meningkat dari sebelumnya 49,8% pada tahun 2010 menjadi 52,3% pada tahun 2011. Hal ini memperlihatkan bahwa pemerintah memang benar-benar berkomitmen untuk meningkatkan alokasi gas untuk domestik.

Pada tahun 2008 jumlah cadangan gas bumi yang ada telah mencapai 185.8 Trilyun ft3 dimana terdiri atas 97.26 Trillyun ft3 cadangan terbukti dan 88.54 Trillyun ft3 cadangan potensial. Dengan tingkat cadangan dan tingkat produksi diatas, maka diperkirakan kita akan masih bisa menikmati gas alam dan hasil penjualannya selama kurun waktu 62 tahun ke depan.

Sekitar sepertiga atau 60 Trillyun Ft3 cadangan gas alam di dunia berada di lepas pantai (Sheffield,LNGReview), sehingga dengan adanya floating LNG plant dapat memaksimalkan sumber daya gas alam yang selama ini masih belum terjamah. Pengembangan teknologi LNG lepas pantai pada dasarnya merupakan penggabungan dari teknologi pencairan, transportasi, penyimpanan, dan regasifikasi LNG yang telah berkembang hingga saat ini dengan teknologi substruktur lepas pantai yang digunakan di industri minyak dan gas. Pengembangan terminal produksi dan ekspor LNG lepas pantai dapat meningkatkan peluang untuk pemanfaatan gas terasosiasi serta stranded gas di lepas pantai yang selama ini tidak termanfaatkan. Sedangkan pengembangan terminal penerimaan LNG lepas pantai dapat menjadi solusi alternatif di tengah semakin semakin sulitnya mendapatkan lahan yang memenuhi berbagai kriteria untuk terminal penerimaan LNG. Permasalahan keterbatasan area, lingkungan, keselamatan, dan keamanan juga mendorong adanya terminal penerimaan LNG di lepas pantai.

Floating LNG Plant ini diproyeksikan menjadi solusi jangka panjang guna memenuhi pasokan gas untuk bahan baku industri, bahan bakar, maupun kebutuhan untuk pembangkit listrik.

Selain itu dapat mengatasi permasalahan pembebasan tanah untuk jalur pipanya yang selama ini sulit untuk dilakukan, jadi lebih memungkinkan untuk membangun tangki LNG terapung (Floating LNG Plant). Floating LNG Plant ini dapat digunakan untuk ukuran gas menengah yaitu 1,28-2 MTPA dan jarak ke pasar 3000-4800 km.

Keuntungan pendirian floating LNG plant antara lain :

  1. Salah satu alternatif baru dalam bidang offshore, dimana pembangunan floating LNG plant ini untuk memenuhi kebutuhan pasokan gas dalam negeri.
  2. Floating LNG Plant tidak membutuhkan pembebasan lahan untuk mendirikan kilang, sehingga dapat ditempatkan dimana saja di dunia
  3. Dari sisi keamanan dan kondusivitas, Floating LNG Plant relatif aman karena jauh dari pemukiman dan perumahan penduduk.
  4. Floating LNG Plant tidak menimbulkan dampak lingkungan di sisi on shore.
  5. Untuk kilang offshore, secara perijinan pendirian kilang relatif lebih mudah daripada onshore
  6. Floating LNG plant dapat berpindah dari suatu tempat ke tempat yang lain dalam jangka waktu yang panjang sesuai dengan sumber bahan bakunya.

Adapun bahan baku yang digunakan berupa gas alam. Gas alam merupakan senyawa hidrokarbon ringan yang tak larut dalam air dan seringkali terdapat bersama minyak bumi. Gas alam terbentuk dari fosil-fosil organik yang tertimbun dalam lapisan kulit bumi yang proses pembentukannya terjadi secara alami selama jutaan tahun.

Komponen penyusun gas alam meliputi hidrokarbon-hidrokarbon ringan terutama C1 (metana) selain itu terdapat pula C2 (etana), C3 (propana), C4 (butana) dan kondensat (hidrokarbon berat seperti C5+). Hidrokarbon ringan sendiri didefinisikan sebagai senyawa hidrokarbon rantai pendek yang berfasa gas dalam kondisi tekanan atmosferik dan temperatur ruang.

Saat ini gas alam diolah menjadi Liquefied Natural Gas (LNG) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG). LNG dan LPG dimanfaatkan sebagai bahan bakar industri dan perumahan, juga sebagai bahan baku bagi industri petrokimia, sedangkan sisa pencairan gas alam yang berupa condensate juga memiliki nilai ekonomis yang tinggi karena sifatnya yang mirip minyak mentah (crude oil) dengan kualitas yang terbaik Dari tahun ke tahun penggunaan gas alam selalu meningkat. Hal ini karena terdapat banyak keuntungan yang diperoleh dari penggunaan gas alam dibanding dengan sumber energi lain misalnya minyak bumi. Energi yang dihasilkan gas alam lebih efisien, selain itu tidak seperti halnya dengan minyak bumi dan batu bara, penggunaan gas alam jauh lebih bersih dan sangat ramah lingkungan sehingga tidak menimbulkan polusi terhadap lingkungan. Di samping itu, gas alam juga tidak berwarna, tidak berbau, tidak korosif dan tidak beracun sehingga sangat menguntungkan untuk digunakan.

Penulis:

Indra Darmawan

Fadilah Akbar Marsha (fmarsha23@gmail.com)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s